
Jalan itu kadang mulus, berlubang, berkerikil dan bahkan di tengah terik tapi terkadang sejuk karena rindangnya pepohonan. Itulah jalan yang selalu kita hadapi setiap harinya. Meningkatnya taraf hidup kita jika mampu melewati itu semua dengan rasa syukur. Percayalah itu semua bersumber dari satu sumber, ALLAH SWT
Banyak diantara kita, hebat bersyukur hanya pada saat mendapatkan materi berlebih akan tetapi di saat kakinya tersandung batu maka kita pun hebat mencemooh Tuhan yang telah diberikannya kita banyak kebaikan sebelumnya dan sesudahnya.
Kita hanya diberi cobaan oleh Allah SWT. Baik harta yang mampu kita tarik atau pun kemiskinan yang diakibatkan usaha diri sendiri yang tidak maksimal. Semuanya itu adalah bentuk cobaan.
jalan itu merupakan rentetan ujian untuk dilewati untuk menjadi manusia yang khamil, manusia yang sempurna dalam iman.
Cerminan jalan itu bisa dilihat sehari-hari. Di saat kita macet di tengah banyak pengendara maka itu layaknya jalan kita yang sulit ditempuh dengan mulus dan di situ dibutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Maka, siapa pun yang bisa lolos dari situ maka dia telah melatih roh dan jiwanya untuk bersabar jika suatu hari dia mendapat cobaan yang sama maupun yang lebih tinggi, dan maka baginya tidak lagi menjadi masalah karena kebiasaan bersikap sabar sudah terukir dalam dalam hatinya.
Jalan itu tidak pernah berhenti jika kita tidak memahami makna syukur dan sabar dalam melewatinya. Maka dari itu, siapa pun Anda, Anda berhak lolos dalam melewati setiap jalan yang diberikan. Salam kebebasan.
Comments
Post a Comment
Terima kasih untuk masukannya di blok kami.
Assalam-Ashufi